GARUT, PERHUTANI (29/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisurupan melaksanakan patroli gabungan dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengamanan aset, serta pemangkasan ranting pohon rawan tumbang di Kampung Nangklak, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu (26/07).
Patroli gabungan tersebut menjadi wujud sinergi antara Perhutani, Pemerintah Kecamatan Cisurupan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan PT PLN (Persero) dalam menjaga kelestarian hutan serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam fungsi kawasan hutan.
Kegiatan dipimpin jajaran BKPH Bayongbong dan dihadiri Kepala Seksi Perencanaan Pengembangan Bisnis (PPB), Saryana, didampingi Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bayongbong, Acep Supriadi, beserta jajaran. Turut hadir Camat Cisurupan, Makmun, perwakilan Polsek Cisurupan, serta perwakilan Koramil Cisurupan.
Administratur KPH Garut melalui Kepala Seksi PPB, Saryana, menyampaikan apresiasi kepada Forkopimcam Cisurupan atas sinergi dan komunikasi yang telah terjalin dengan baik. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai wujud komitmen bersama dalam perlindungan dan pengelolaan hutan sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga keamanan dan kelestarian hutan di Kabupaten Garut.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah atau mengantisipasi sedini mungkin persoalan yang mungkin terjadi terkait gangguan keamanan hutan (gukamhut), sekaligus sebagai antisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga kelestarian hutan ke depannya tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Cisurupan, Makmun, mengapresiasi langkah Perhutani yang secara konsisten membangun koordinasi dengan Forkopimcam dalam menjaga kawasan hutan. Ia menegaskan bahwa hutan memiliki manfaat besar bagi masyarakat sehingga harus dijaga bersama. Menurutnya, patroli gabungan ini menjadi sarana memperkuat sinergi antara Perhutani, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mencegah Gukamhut serta karhutla di wilayah Kecamatan Cisurupan.
“Kami mendukung penuh upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Hutan bukan hanya aset negara, tetapi juga aset masyarakat yang manfaatnya dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki kepedulian yang sama untuk menjaganya,” pungkasnya. (Kom-Pht/Grt/erv)