Perhutani KPH Bogor Evaluasi Pengembangan Prototipe Agroforestri Terintegrasi Senior Farm

Sosial Tanggal: 2026 - 08 - 30 11 views Penulis: Selly
Perhutani KPH Bogor Evaluasi Pengembangan Prototipe Agroforestri Terintegrasi Senior Farm
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor bersama Alofarm (Ali Organic Farm) melaksanakan evaluasi pengembangan prototipe agroforestri terintegrasi bernama Senior Farm atau Sentul Integrated Organic Farm di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (27/08).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Agroforestri Kantor Pusat Arif Fitri Saputra, Kepala Departemen Pengembangan Kemitraan Produktif Kantor Pusat Wahyu Dwi Hadmojo, Kepala Departemen Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH) Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Usep Rustandi beserta jajaran, Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Bogor Eris Mulyana, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Handri Ismajana, Kepala Subseksi Agroforestri dan Ekowisata Febi Safitri, Kepala Subseksi Pengembangan Bisnis Lintang Widya, Asper BKPH Bogor Endang Rosadi Mulya beserta jajaran, serta Owner Alofarm Guntoro Suwarno dan narasumber.

Administratur KPH Bogor Eris Mulyana dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa KPH Bogor memiliki potensi agroforestri yang beragam dan masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, pengembangan agroforestri perlu diarahkan pada peningkatan hasil dan nilai tambah, bukan semata-mata pada perluasan areal.

“Potensi agroforestri yang ada perlu dikembangkan dengan berfokus pada produktivitas, bukan semata-mata pada keluasan lahan. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah permodalan. Hal tersebut dapat diupayakan melalui keterlibatan koperasi karyawan sebagai unit usaha, sehingga karyawan aktif maupun purna tugas dapat terlibat secara langsung dan memperoleh manfaat dari pengembangan usaha tersebut, di samping keterlibatan mitra lain sebagai pemodal,” jelas Eris.

Lebih lanjut, Eris menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui skema kemitraan juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung usaha agroforestri.

“Ke depannya, potensi pemberdayaan masyarakat melalui skema kemitraan dapat dikembangkan. Perhutani melalui Divisi Multi Usaha Kehutanan mendorong kerja sama kemitraan, khususnya dalam budidaya tanaman buah unggul seperti durian, alpukat, dan varietas lainnya, serta intensifikasi tanaman kopi berbasis organic farming. Hal ini diharapkan dapat menjadi model penerapan agroforestri yang ideal dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Perhutani,” terangnya.

Sementara itu, Owner Alofarm Guntoro Suwarno menyampaikan bahwa pengembangan Senior Farm bertujuan mendorong inovasi, mengoptimalkan potensi yang ada, serta mewujudkan pertanian organik yang berkelanjutan dan terintegrasi.

“Selama kurun waktu 10 bulan sejak dimulainya budidaya ayam petelur, hasil yang diperoleh menunjukkan produksi telur yang cukup baik dan telah dapat dipasarkan,” ujar Guntoro.

Guntoro menambahkan bahwa tindak lanjut pengembangan Senior Farm akan difokuskan pada pemilihan segmen usaha, pengembangan ayam kampung unggul, serta perluasan jaringan penyediaan bibit ayam petelur dan ayam pedaging.

“Tindak lanjut berikutnya akan difokuskan pada pemilihan segmen usaha, produksi ayam kampung unggul, serta perluasan jaringan penyediaan bibit ayam petelur maupun pedaging. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan pada setiap RPH/BKPH melalui pola kemitraan dan pendampingan tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya,” pungkas Guntoro.